Selasa, 09 September 2014

Kuntilanak dan Anaknya Mencintai Aku

     Aku Sam, sejak kecil aku sudah memiliki kemampuan yang tidak biasa dari anak-anak pada umumnya, yaitu melihat berbagai macam rupa mahluk astral sudah biasa bagi ku, seperti pocong, kuntilanak dan sundel bolong.

     Berbagai pengalaman sudah aku alami, tapi ada satu pengalaman yang menarik, yaitu ketika pertama kali aku menempati rumah baru bersama kakak ku, Ben. Rumah yang kami tempati bisa dikatakan cukup mewah dan nyaman, dengan halaman yang cukup luas. Komplek yang kami tempati pun masih belum padat penghuninya, bisa dikatakan hanya terdapat 5 sampai 7 rumah saja dan itu tampak cukup sepi untuk kami sebagai penghuni baru dikomplek tersebut, bahkan disebelah kiri dan kanan rumah kami pun masih terdapat tanah kosong.

     Disuatu sore ketika aku hendak bersantai ria di halaman depan, tiba-tiba aku melihat seorang anak kecil yang selalu mondar mandir dan tersenyum manis kearahku, kupikir mungkin hanya anak penduduk sekitar sini.keesokannya pun sama, anak kecil itu tersenyum kembali kepadaku, lalu dari ujung pagar dia sempat berbisik kecil, "mama suka papa", karena penasaran darimana asal anak tersebut aku pun berusaha mendekati pagar dengan niat untuk bertanya, ternyata anak itu lenyap begitu saja.

     Seperti biasa, sabtu dan minggu adalah waktu aku dan Ben untuk berleha-leha, biasanya kami menghabiskan waktu untuk dinner bersama disalah satu restorant, ketika kembali kerumah aku membuka pagar dan tiba-tiba dari belakang muncul anak tersebut dengan muka sangat pucat, dengan siggap aku pun mengambil langkah seribu dan kembali masuk kemobil. Ben yang sebenarnya sudah tahu dengan kemampuanku yang dapat melihat mahluk halus pun langsung mengambil tindakan dengan melindas anak tersebut, kemudian Ben langsung membuka pintu rumah rumah dan menyuruhku segera masuk, lalu dengan secepat kilat kubuka pintu mobil dan berlari masuk kedalam rumah, anak itu pun berlari berusaha mengejar dengan muka pucat dan tampak taringnya yang cukup panjang.

     ketika aku masuk kedalam kamar dan menutup pintu tiba-tiba dari luar kamar terdengar bunyi pecahan vas bunga yang sangat nyaring, disusul oleh suara ketawa yang sangat nyaring, karena takut terjadi sesuatu dengan Ben akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan melihat apa yang terjadi, ternyata Ben telah dirasuki oleh sosok kuntilanak, situasi tampak sangat mencekam dan terlihat jari-jari Ben yang ditumbuhi kuku yang sangat panjang dan tajam, rambut Ben pun menjadi panjang sampai kelantai, wajahnya berubah menjadi sangat pucat. Sungguh mengagetkan, yang tadinya Ben membelakangi aku, tiba-tiba dia berbalik badan dan menghampiri aku sambil memegang gunting dengan mulut yang tersayat dari ujung bibir kiri hingga ke hidung, lalu Ben berbisik dengan suara seorang wanita tua "Kamu sudah pulang kerumah !!!
".

Lanjut ke :
Hantu kelaparan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar